KRISIS EMPATI!

#EnergiCinta

Zaman globalisasi yang biasa disebut zaman modern menyebabkan semakin menipisnya empati pada diri setiap individu.

Semakin modern dunia, paham kapitalis semakin menguat, egoisme semakin tinggi pada diri individu sehingga tidak adanya cinta terhadap sesama.

Menurut Erick Fromm (Fromm, 2004) cinta merupakan suatu kegiatan (activity) yang cirinya adalah dengan memberi, sehingga dalam hal ini memberi berarti memberikan kesediaan kita untuk bisa peduli terhadap orang lain.

Cinta terhadap sesama manusia semakin menipis sehingga tidak
adanya kepedulian terhadap sesama. Individu disibukkan dengan cintanya terhadap diri sendiri dan kehidupannya sendiri.

Hal inilah yang menyebabkan timbulnya masalah sosial yang sering kita jumpai saat ini.

Tuntutan hidup yang tinggi dan sifat materialistis manusia berdampak pada berkembangnya individualisme yang tinggi dalam diri masyarakat.

Individu-individu disibukkan oleh urusannya sendiri sehingga tidak ada
lagi ‘cinta persaudaraan’ (cinta terhadap sesama manusia) yang berakibat pada miskinnya empati pada diri masyarakat terhadap sesama manusia.

Banyak masalah sosial yang timbul dari miskinnya empati ini, misalnya narkoba, tawuran pelajar perampokan, pencurian, dll.

Oleh sebab itu marilah kita munculkan kembali energi cinta kita, melalui sifat empati kepada sesama, agar kehidupan kita kembali harmonis dan terus berenergi positif.

@ihsanParadigma
#unilimited Energi Trainer

Mari bergabung di WA Group “Energi Tanpa Batas” Untuk Kelola Energi Produktivitas Anda, Silahkan Klik Link dibawah ini:

https://chat.whatsapp.com/8Z73l5VeTSK0b8CdnN3hNv

#UnlimitedEnergyBook
#LeadershipProductivity

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *